Danau Cinta Bukit Kendi Muara Enim Lahat, Selalu Penuh Nuansa Romantis

Bukit Kendi adalah sebuah obyek wisata alam yang terletak jauh dari Kabupaten Lahat, atau tepatnya di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Sebagian besar masyarakat awam tidak terlalu mengenal keberadaan destinasi yang satu ini. Namun untuk para pecinta alam dan petualang, pasti sudah akrab dan minimal pernah mendengarnya.

Lokasi dan akses

Lokasi bukitnya memang sedikit terpencil dan berada di areal bekas pertambangan batu bara yang dikelola oleh PT Bukit Asam. Untuk menjangkaunya, harus melewati lebih dulu Taman PTBA. Di dekat pintu masuk Taman PTBA, harus minta izin dahulu kepada petugas sebelum masuk ke kawasan bukit.

Melalui petunjuk yang diberikan oleh petugas, perjalanan menuju Bukit Kendi bisa langsung diteruskan dengan kendaraan selama kurang lebih satu jam. Kondisi jalannya lumayan bagus dan beraspal.

Di tengah perjalanan, wisatawan akan menjumpai sebuah pos jaga lagi dan lapangan olahraga golf. Setelah itu akan berjumpa dengan tempat pembuangan sisa pembakaran batu bara, yang kadangkala mengeluarkan aroma busuk saat udara sekitarnya terhirup oleh hidung.

Setelah itu, lansung bertemu sebuah pertigaan dan kendaraan diarahkan belok ke kanan, lalu belik kekiri dan akan terdapat semacam padang rumput yang cukup luas. Tidak jauh dari area padang rumput inilah Bukit Kendi berada.

Danau Cinta dan pemandangan alam

Setelah parkir kendaraan dan membayar ongkos parkir sebesar Rp. 10.000, wisatawan harus jalan kaki dengan kondisi medan naik turun. Kemudian sampai di atas bukit, perasaan capai dan lelah pada tubuh akan tergantikan oleh pemandangan bukit yang sangat indah.

Di sebelah Bukit Kendi tersebut, terdapat sebuah danau yang bentuknya sangat unik seperti simbol cinta atau hati. Karena itulah di kalangan traveler bukit ini dinamakan dengan sebutan Bukit Cinta. Apalagi suasana disekitarnya penuh nuansa romantis karena keindahannya.

Danau Cinta ini sendiri sebetulnya bukan merupakan danau yang terbentuk secara alami dan dulunya menjadi pusat kegiatan pertambangan batu bara. Namun meski berada di bekas areal pertambangan, air danaunya tetap terlihat jernih berwarna kebiruan. Bahkan air dalam danau ini juga aman untuk mandi apalagi hanya sekedar bermain atau berenang saja.

Paduan antara panorama sekitar bukit dan keberadaan danau di tempat ini merupakan sebuah keunikan yang sangat sayang dilewatkan saat berlibur di Muara Enim atau Lahat. Perjuangan untuk mencapai obyek wisata alam tersebut akan dianggap sebagai hal biasa, terutama untuk para petualang dan pecinta alam yang suka dengan kegiatan luar ruang.